Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Kumpulkan 100 Pejuang lingkungan

Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Kumpulkan 100 Pejuang lingkungan

Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) Kumpulkan 100 Pejuang lingkungan

 

Jakarta, 15 Agustus 2019 – Berdiri sejak tahun 2001 oleh Hj. Megawati Soekarnoputri, Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) adalah lembaga yang fokus dalam melestarikan dan mengelola koleksi tumbuhan Indonesia untuk tujuan konservasi dan pendidikan mengenai pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati serta mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas Kebun Raya di Indonesia ke tingkat dunia.

 

YKRI meluncurkan Gerakan Jaga Bhumi yaitu sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mencintai lingkungan dan menjaga bumi khususnya meningkatkan minat terhadap keberadaan Kebun Raya di Indonesia. Dimana pada periode ke-1 (2017-2018) telah berhasil membangun Kebun Raya Mangrove pertama di dunia yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Surabaya. Selanjutnya periode ke-2 (2019-2020), YKRI mendorong agar Indonesia memiliki Kebun Raya Tanaman Obat (KRTO). KRTO perlu dibangun mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati nomor dua terbesar di dunia. Berdasarkan Riset Tumbuhan dan Jamu (Ristorja 2012-2017) oleh Kementerian Kesehatan RI, tercatat Indonesia memiliki sejumlah 6.000 hingga 7.500 tanaman obat.

 

Gerakan Jaga Bhumi diterjemahkan dalam berbagai aksi dan inovasi terhadap lingkungan hidup yang disesuaikan dengan segmentasinya. Dalam rangka mencapai perhatian publik seluas-luasnya, maka ditetapkan berbagai segmentasi dengan ragam kelompok masyarakat dari berbagai tingkat usia. Mulai dari generasi muda usia dini sekolah dasar, generasi muda remaja, mahasiswa, hingga kelompok umur dewasa yang mencakup kalangan profesional, komunitas dan masyarakat umum.

 

Salah satu sasaran utama dalam Gerakan Jaga Bhumi yang fokus terhadap komunitas dan masyarakat umum adalah Sarasehan Kalpataru. Sebuah ajang berkumpulnya para peraih penghargaan Kalpataru se-Indonesia untuk saling bersilaturahmi, berkoordinasi dan saling merawat semangat juang terhadap perlindungan lingkungan hidup di Indonesia.

 

Peraih Kalpataru Terpilih Tahun 2015 - 2019

Sarasehan kalpataru adalah wadah mempertemukan seluruh praktisi penyelamat lingkungan dari kerusakan untuk membangun kekuatan lebih besar lagi untuk menjaga lingkungan. Sebagai rangkaian kegiatan Gerakan Jaga Bhumi ini diharapkan dapat menampung aspirasi dari para peraih kalpataru terkait pelestarian hidup.

 

“YKRI percaya bahwa para peraih Kalpataru ini adalah contoh nyata figur tauladan masyarakat asli Indonesia yang sarat dengan ilmu pengetahuan praktis dan pengalaman lapangan yang mumpuni. Karya nyata para peraih Kalpataru adalah aset pengetahuan yang harus senantiasa dilestarikan dan diturunkan kepada generasi selanjutnya.” jelas Sonny A. Keraf selaku Wakil Ketua II YKRI di JS Luwansa pada acara sarasehan kalpataru.

 

Tujuan kegiatan ini untuk menindaklanjuti, dan merumuskan peningkatan kapasitas bagi para peraih penghargaan Kalpataru dan lingkungan terdekatnya sehingga mampu meningkatkan kolaborasi bersama pemerintah atau pihak lain yang nantinya diharapkan mampu mendorong serta memperjuangkan  peningkatan kegiatan bagi perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

 

Menghadirkan 100 orang peraih Kalpataru terpilih dari tahun 2005 – 2019 yang mencakup kategori Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan dan Pembina Lingkungan untuk saling berbagi pengalaman tentang upaya penyelamatan dan perlindungan lingkungan hidup untuk bisa disebarluaskan dan ditiru oleh masyarakat lainnya.

***