Tingkatkan Kesetiaan Pelanggan Luar Negeri,  HIMKI Berikan The 3rd Buyers Appreciation Award

Tingkatkan Kesetiaan Pelanggan Luar Negeri, HIMKI Berikan The 3rd Buyers Appreciation Award

Indonesia International Furniture Expo 2017

Tingkatkan Kesetiaan Pelanggan Luar Negeri,

HIMKI Berikan The 3rd Buyers Appreciation Award

 

Jakarta, 12 Maret 2017 – Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) menjadi momentum bagi para produsen industri mebel dan kerajinan Indonesia untuk meningkatkan kesetiaan dan kerjasama dengan para buyers baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, tahun ini HIMKI kembali menyelenggarakan The 3rd Indonesia Furniture and Craft Buyers Appreciation Award (BAA) pada IFEX 2017.

 

Tahun ini ada sekitar 50 buyers yang dinilai memiliki kontribusi signifikan tehadap pembelian produk mebel dan kerajinan Indonesia. Dan akhirnya, terpilih satu pemenang yaitu perusahaan dari Amerika Serikat, Lexington Home Brands. Tahun lalu, penghargaan BAA diberikan kepada tiga perusahaan yaitu Yamazen Corporation (Jepang), A-Amerika, Inc. (USA), dan IKEA Supply AG (Swedia). Pasar utama mebel dan kerajinan Indonesia yang terbesar memang masih untuk negara Amerika Serikat, Jepang, dan Swedia, dimana kontribusinya terhadap total ekspor terbesar adalah ke Amerika sebesar USD 700 juta.

 

Abdul Sobur, Wakil Ketua Umum HIMKI Bidang Organisasi & Hubungan Antar Lembaga menjelaskan bahwa BAA merupakan wujud apresiasi atas kerjasama dari pembeli internasional dan loyalitas mereka membeli mebel dan kerajinan Indonesia selama lebih dari 5 tahun. “Mereka turut berkontribusi dalam peningkatan pendapatan negara, penyerapan tenaga kerja, dan mendukung pengembangan industri mebel dan kerajinan di Indonesia. Melalui penghargaan ini, diharapkan buyers bisa membeli lebih banyak lagi produk Indonesia dan mempererat kerjasama dengan Indonesia,” tambah Sobur.

 

Teknologi Pelapisan Masa Depan untuk Industri Mebel di Indonesia

 

Selain penghargaan BAA, HIMKI juga menyelenggarakan beberapa seminar di ajang IFEX khususnya yang berkaitan dengan industri mebel dan kerajinan, antara lain “Powder Coating Tech for Furniture Industry” yang digelar hari ini (12/03).

 

Pada seminar “Powder Coating Tech for Furniture Industry” dibahas tentang powder coating untuk industri mebel. Teknologi ini bisa digunakan untuk menciptakan lapisan yang lebih kuat dibandingkan dengan teknologi pelapisan biasa. Jenis pelapisan ini menggunakan serbuk kering (free-flowing dry powder), dimana ada dua jenis serbuk yang umumnya digunakan seperti thermoplastic dan thermoset polymer.

 

“Keunggulan powder coating antara lain hasil pelapisan lebih tebal, rata dan halus bila dibandingkan dengan pelapisan biasa yang menggunakan cat air. Pelapisan permukaan secara vertikal dan horizontal menghasilkan kualitas yang sama, tidak menggunakan pelarut atau solvent sehingga tidak menghasilkan volatile organic compound, serta dapat digunakan untuk menghasilkan efek pelapisan khusus yang hampir tidak mungkin dihasilkan oleh teknologi pelapisan lain,” jelas Amit Ghaisas dari Staffeld Equepments Pvt. Ltd. yang menjadi pembicara utama seminar.

 

 

 

 

 

Pada hari yang sama, HIMKI juga menggelar Seminar Designing Safety into Your Furniture and the Requirement to Sell It in The united States” yang mengangkat Tilven Bernal dan Jacob Miller dari The United Consumer Product Safety Commission / USCPSC USA sebagai pembicara.

 

Berbagai program pendukung yang diselenggarakan oleh HIMKI dan Dyandra tersebut merupakan bentuk keseriusan dalam membangun sistem pameran bagi industri mebel dan kerajinan. “Kami ingin sistem pameran yang semakin baik bisa mendorong peningkatan sektor ini, mengingat besarnya target untuk mencapai ekspor USD 5 miliar dalam tiga tahun mendatang,” jelas Soenoto, Ketua Umum HIMKI pada press conference kemarin.

 

“HIMKI terus melakukan upaya konsolidasi dengan berbagai lembaga termasuk Kementerian guna mengangkat sektor ini mulai dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri, serta BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi)” tambah Soenoto. HIMKI juga sedang menggagas bulan Mei sebagai bulan “Mebel Indonesia” untuk memperkuat sosialisasi mebel dan kerajinan Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

 

 

####

 

Tentang HIMKI

HIMKI merupakan hasil peleburan dari dua organisasi industri mebel dan kerajinan, AMKRI dan Asmindo. Peleburan dilakukan untuk mendorong daya saing produk mebel dan kerajinan di pasar dalam negeri dan luar negeri, serta menjadi wadah tunggal yang kuat, besar dan dapat menjadi partner pemerintah yang kritis. Pembentukan HIMKI dideklarasikan pada 31 Mei 2016 di Jakarta. HIMKI didirikan atas dasar kesamaan visi, misi dan tujuan di antara para anggotanya untuk bersama-sama memajukan industri mebel dan kerajinan nasional. Organisasi ini diharapkan menjadi institusi yang aspiratif dan akomodatif dengan semangat kesetaraan di antara sesama anggotanya.

 

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------