The 8th Indo EBTKE ConEx 2019: Libatkan Generasi Milenial Peduli Energi Baru Terbarukan

The 8th Indo EBTKE ConEx 2019: Libatkan Generasi Milenial Peduli Energi Baru Terbarukan

Jakarta, 7 November 2019 – Pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya menjadi perhatian di Indonesia tetapi telah menjadi perhatian dunia. Ini menjadi salah satu alasan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) rutin menggelar pameran dan konferensi di bidang energi terbarukan, Indo EBTKE ConEx. Bekerjasama dengan Dyandra Promosindo sebagai Profesional Exhibition Oragnizer (PEO) dalam penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx kali ini berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih hemat energi dan semakin sadar akan pentingnya energi terbarukan.

 

Salah satu hal yang menarik pada gelaran kali ini adalah besarnya perhatian pada generasi milenial, yang bisa terlihat dari hadirnya booth Young Renewable Energy Innovation. Di sini para mahasiswa menampilkan karya mereka terkait energi terbarukan. Mereka juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan karya mereka di mini stage area pameran Indo EBTKE ConEx 2019.

 

Selain itu, pada hari pertama kemarin area pameran Indo EBTKE ConEx juga banyak dikunjungi oleh mahasiswa dari berbagai universitas seperti Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Jakarta, dan lain-lain. Kehadiran mereka diharapkan bisa memicu minat dan ketertarikan akan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

 

Survei yang dilakukan oleh Koaksi Indonesia bersama dengan Change.org menunjukkan generasi milenial setuju pentingnya energi terbarukan untuk menjaga kelangsungan alam dan dan lingkungan hidup. Hasil survei tersebut juga menunjukkan generasi milenial optimis bahwa Indonesia mampu mengembangkan energi terbarukan.

 

Ketua METI, Surya Darma, menyatakan pelibatan generasi muda dalam pengembangan energi terbarukan menjadi penting mengingat merekalah yang akan menjadi masa depan Indonesia. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan keyakinan optimis kepada generasi milenial bahwa mereka akan menggenggam masa depan yang berkelanjutan,” ujar Surya Darma.

 

Pada hari pertama kemarin, Indo EBTKE ConEx mendapatkan kunjungan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang berbicara mengenai “Urban Regeneration and Transitioning to Low Carbon City” pada Plenary Session 2 . Ia menyatakan pembangunan di Jakarta saat ini difokuskan pada ajakan untuk menggunakan transportasi umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Hal ini diharapkan akan mengurangi emisi dan semakin membuat udara Jakarta menjadi lebih bersih.

 

Hadirnya Trans Jakarta dan MRT, serta LRT yang masih dalam perencanaan, merupakan upaya DKI Jakarta menciptakan sistrem transportasi terintegrasi demi mengurangi emisi. Dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019 juga terlihat dari layanan rute Trans Jakarta dari Monas ke JIExpo, yang menjadi tempat penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019. Selama pameran berlangsung, Trans Jakarta membuka rute Monas - JIExpo setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB.

 

Menurut Surya Darma, Pemprov DKI Jakarta menjadikan ajang Indo EBTKE ConEx 2019 sebagai sarana memberikan informasi mengenai program Pemprov DKI Jakarta menuju kota yang cerdas, rendah karbon, dan futuristik.

 

Menarik Investasi di Bidang Energi

Penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx 2019 yang menghadirkan berbagai teknologi dan inovasi di bidang energi terbarukan juga diharapkan bisa menarik investor untuk mengembangkan energi terbarukan di Indonesia. “Potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia demikian besar. Kami berharap melalui penyelenggaraan pameran ini, banyak investor yang tertarik untuk ikut mengembangkan energi terbarukan di Indonesia yang memang membutuh investasi yang cukup besar,” ujar Surya Darma.

 

Untuk lebih menarik investor, METI juga berharap adanya regulasi yang lebih mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia, terutama terkait investasi. METI mendorong pemerintah untuk memfasilitasi pengembangan energi terbarukan melalui regulasi dan kebijakan-kebijakan yang memberikan kepastian kepada pengusaha dan investor di bidang energi terbarukan.

 

“Apabila investor mendapatkan kepastian terkait investasi mereka di bidang energi terbarukan, kami yakin target bauran energi sebesar 23% pada 2025 bisa terpenuhi. Ke depannya pengembangan energi terbarukan di Indonesia bisa berjalan dengan lebih baik dan ikut berkontribusi pada upaya-upaya mengurangi emisi dan jejak karbon di Indonesia dan dunia,” pungkas Surya Darma. 

                                                                                                                        

Informasi lebih lanjut tentang Indo EBTKE ConEx 2019 dapat diakses melalui situs www.indoebtkeconex.com.