Pengelolaan Kebun Raya yang Berkelanjutan

Pengelolaan Kebun Raya yang Berkelanjutan

Pengelolaan Kebun Raya yang Berkelanjutan

 

Jakarta, 27 Februari 2018 – Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) dan Harian Kompas kembali bekerjasama dalam mengadakan Focus Group Discussion (FGD) seri kedua. Diskusi yang merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Jaga Bhumi ini bertujuan untuk menggali opini-opini membangun terkait pengelolaan Kebun Raya di Indonesia.

 

Untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan kebun raya di Indonesia, Wakil Ketua I Yayasan Kebun Raya Indonesia Dr. Alexander Sonny Keraf berpendapat bahwa pengembangan kebun raya harus menyasar dan menjamin keberlanjutan ekologinya. Pengembangan tersebut mencakup perawatan dan pemeliharaan tanaman-tanaman spesifik lokal sekaligus menjamin keberlanjutan ekonomi serta sosial dengan menjadikan kebun raya sebagai sarana pendidikan, tempat rekreasi, ecoteraphy, dan sarana sosial budaya lainnya.  

 

“FGD ini juga dimaksudkan untuk membuka kesadaran publik tentang kondisi keanekaragaman hayati kita yang sebagian dalam keadaan kritis. Kita sangat kaya akan kekayaan keanekaragaman hayati yang harus diselamatkan, di antaranya melalui konservasi ex situ kebun raya,” ujar Sonny.

 

Terkait pengembangan kebun raya, Peneliti Utama Bidang Botani, Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI Dr. Joko Ridho Witono menilai kebun raya yang ada di Indonesia masih kurang. “LIPI mempun­­­yai mimpi membangun minimal 47 kebun raya di seluruh Indonesia yang didasarkan pada eco-region Indonesia (dari Sumatera sampai Papua). Kenyataannya, sampai Februari 2018 ini baru 37 Kebun Raya. Kalau kita bandingkan dengan keanekaragaman hayati Indonesia yang sangat kaya, jumlah itu minim sekali,” kata Joko.

 

Menurut pandangannya, kebun raya di Indonesia juga harus mengikuti arus perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi. Hal ini tidak hanya membutuhkan kreatifitas namun juga perlu didukung dari sisi finansial. 

 

Focus Group Discussion (FGD) II yang membahas mengenai “Pengelolaan Kebun Raya yang Modern dan Berkelanjutan” dan diadakan pada hari ini, 27 Februari 2018 di JS Luwansa Hotel Jakarta, mengangkat tema pembicaraan sebagai berikut :

1.       Perbandingan Kebun Raya Indonesia dengan Kebun Raya di Dunia oleh Dr. Ir. Joko Ridho Witono mewakili LIPI.

2.       Pentingnya Kebun Raya Bagi Keberlanjutan Industri Berbahan Baku Sumber Daya Alam oleh Rika Anggraini dari The Bodyshop Indonesia.

3.       Fungsi Lain Kebun Raya sebagai Penunjang Kesehatan Masyarakat oleh Karen Tambayong dari Yayasan Kebun Raya Indonesia.

4.       Inisiatif Daerah Dalam Pembangunan Kebun Raya oleh Bupati Kabupaten Boyolali Bapak Seno Samodro

 

 

***