Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2018:  Resmi Ditutup dengan Pencapaian Target 51.389 Pengunjung dan  Nilai Transaksi  38.9 Miliar Rupiah

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2018: Resmi Ditutup dengan Pencapaian Target 51.389 Pengunjung dan Nilai Transaksi 38.9 Miliar Rupiah

Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2018

Resmi Ditutup dengan Pencapaian Target 51.389 Pengunjung dan

Nilai Transaksi  38.9 Miliar Rupiah

 

Jakarta, 23 April 2018 - Perhelatan Muslim Fashion Festival (MUFFEST) Indonesia 2018 telah usai digelar. Dalam acara Closing Ceremony, Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama Ali Charisma selaku National Chairman of Indonesia Fashion Chamber dan Rina Radinal Maksum selaku CEO PT. Dyandra Media International Tbk secara resmi menutup ajang MUFFEST tahun ini.

 

Gelaran MUFFEST 2018 yang telah resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, sejak 19 April 2018 ini telah berlangsung dengan sukses dan berhasil mencapai melebihi target yakni jumlah 51.389 pengunjung serta total nilai transaksi 38.9 miliar rupiah dari sekitar 200 exhibitor yang turut berpartisipasi. Lebih dari 500 crew pun terlibat dalam perhelatan akbar ini.

 

Melalui rangkaian program acara, fashion show, serta exhibition, MUFFEST 2018 telah berhasil menampilkan keunggulan produk fashion muslim Indonesia yakni keragaman gaya dan desain busana muslim dengan ciri khas Indonesia yang mengoptimalkan konten lokal serta tawaran tren fashion muslim Indonesia yang berbeda.

 

MUFFEST 2018 telah menghadirkan area exhibition untuk 200 brand fashion muslim Indonesia yang memperkuat konsep ritel atau B2C sekaligus mengarah pada B2B untuk konsumen ritel maupun buyer. Menunjang pameran, digelar pula rangkaian fashion show yang menampilkan keragaman karya 100 desainer dan brand fashion muslim di Indonesia, mulai dari gaya konvensional hingga kontemporer yang sesuai Indonesia Trend Forecasting (Muslim Fashion Trend) 2018/2019. MUFFEST 2018 tak hanya memberi kesempatan bagi desainer senior, namun juga desainer muda sebagai generasi penerus untuk menawarkan warna baru dalam ranah fashion muslim di Indonesia.

 

Selain itu, MUFFEST 2018 mengadakan beragam program acara, antara lain kolaborasi MUFFEST dengan ZOYA, brand fashion muslim di bawah naungan Shafira Corporation (Shafco) yang kembali menghadirkan ajang Modest Young Designer Competition (MYDC) untuk menetaskan talenta baru yang kreatif dan inovatif dalam ranah fashion muslim. Next Face MUFFEST 2018 yang merupakan ajang pemilihan Ikon MUFFEST 2018 kembali digelar dengan didukung oleh Wardah Inspiring Beauty. Untuk pertama kalinya, MUFFEST 2018 menggelar Make Up & Hijab Do Competition yang didukung oleh Wardah Cosmetics sebagai apresiasi terhadap profesi makeup artist (termasuk styling hijab/kerudung) yang memegang peranan penting dalam perkembangan fashion muslim. Serta Seminar Trend Forecast 2019/2020 yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

 

Penyelenggaraan MUFFEST 2018 atas dukungan instansi pemerintah yang berkomitmen memberdayakan industri fashion muslim di tanah air, yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Kementerian Perdagangan, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF). Serta pihak sponsor yang konsisten memberikan kontribusi terhadap perkembangan fashion muslim Indonesia, yaitu: Wardah Inspiring Beauty, brand kosmetika halal sebagai Official Make Up MUFFEST 2018; Total Almeera, brand detergen halal pertama di Indonesia sebagai Official Halal Detergent MUFFEST 2018; Shafira Corporation (Shafco) melalui brand ZOYA; dan Warnatasku, brand yang telah menerapkan konsep sustainable & ethical fashion. Serta menggandeng community partner yakni HijabersMom Community, Hijabers Community, dan Islamic Fashion Institute (IFI). Tak ketinggalan strategic partner, media partner, fashion blogger, desainer, akademi, asosiasi, komunitas, dan seluruh pecinta fashion di tanah air.

 

Perhelatan MUFFEST 2018 ini tak hanya berhasil menjadi sorotan di dalam negeri, namun juga tingkat internasional. Hal ini tak lepas dari komitmen pihak penyelenggara untuk memanfaatkan platform digital dalam mendukung sejumlah acara, seperti kompetisi Modest Young Design Competition (MYDC) 2018 dan pemilihan NEXT FACE MUFFEST 2018 hingga program kampanye dan promosi yang dilakukan berbasis online, antara lain dengan memanfaatkan media sosial.

 

“Sebagai event dan movement berkelanjutan yang diarahkan sebagai ajang taraf internasional yang menjadi kebanggaan Indonesia, MUFFEST dapat menjadi salah satu lokomotif dalam menggerakkan industri fashion tanah air dan menjadi ruang bagi seluruh pihak dan stakeholder terkait untuk saling terintegrasi secara sinergis dalam memperkuat ekosistem industri fashion muslim Indonesia yang pada akhirnya dapat mengantarkan Indonesia menjadi pusat fashion muslim dunia di tahun 2020,” papar Rina Radinal Maksum.

 

“Kami, desainer-desainer yang bergabung dalam Indonesian Fashion Chamber, berkomitmen untuk memajukan industri mode Indonesia. Kami yakin bahwa momentum untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat mode muslim dunia adalah sekarang. Bukan esok, ataupun lusa. Tentunya, kami tidak bisa berjalan sendiri. Kami memerlukan dukungan pemerintah dan para stakeholders lain,” ujar Ali Charisma.

Dengan memperkuat kompetensi dan sinergi, produk fashion muslim Indonesia dipastikan dapat menguasai pangsa pasar lokal sekaligus mampu bersaing di pasar global. Seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi dalam Opening Ceremony MUFFEST 2018 bahwa industri fashion muslim punya masa depan yang cerah. Dunia internasional pun telah mengapresiasi keindahan desain busana muslim Indonesia. Presiden Jokowi pun berharap agar ke depannya busana muslim Indonesia dapat lebih menunjukkan ciri khas Indonesia dan bersinergi dengan sektor-sektor lain serta memperhatikan perkembangan teknologi terkini untuk menjadikan Indonesia sebagai sentra fashion muslim dunia.