Indonesia International Wedding Festival 2019 Cari Tahu “What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage” di IIWF 2019

Indonesia International Wedding Festival 2019 Cari Tahu “What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage” di IIWF 2019

Jakarta, 7 April 2019 Indonesia International Wedding Festival (IIWF) 2019, tidak hanya berhasil menarik pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya. Gaung pameran yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang menawarkan berbagai kebutuhan pernikahan ini rupanya menarik banyak calon pengantin dari berbagai kota lain di Indonesia.

 

Salah satunya adalah Farah, pengunjung asal Surabaya yang merencanakan pernikahan pada akhir tahun 2019 ini. Ia menyatakan menyempatkan diri datang ke IIWF karena merasa kebutuhan pernikahannya akan dapat  terpenuhi di pameran ini, “Saya berencana  menikah dalam waku dekat dan saya lihat IIWF menawarkan kebutuhan yang cukup lengkap sehingga memudahkan saya untuk mendapatkan paket pernikahan yang sesuai keinginan dan budget yang ada,” ucap Farah.

 

Pendapat senada diutarakan oleh Gilang, pengunjung asal Jakarta. “IIWF menawarkan banyak pilihan paket pernikahan dan kelengkapan lain untuk kebutuhan pernikahan sehingga pas sekali untuk para calon pengantin,” ujar Gilang. Di sisi lain, ia menyayangkan kurangnya jumlah peserta pameran untuk souvenir dan undangan sehingga ia tidak menemukan banyak pilihan. 

 

Memasuki akhir pekan, IIWF 2019 semakin dipadati pengunjung. Jika di hari pertama pengunjung didominasi oleh pasangan calon pengantin milenial, pada hari kedua banyak ditemui pasangan yang datang bersama keluarga atau kerabat dekat mereka. Para peserta pameran pun sigap mengantipasi kenaikan jumlah pengunjung dengan menambah jumlah staf untuk membantu pengunjung mendapatkan informasi detail mengenai produk mereka. 

 

Salah satu area pameran yang cukup ramai pada akhir pekan berada di booth perhiasan, khususnya cincin pernikahan yang terlihat disesaki pengunjung baik untuk langsung membeli cincin yang menarik perhatian mereka atau sekadar berkonsultasi dahulu. Cincin pernikahan memiliki nilai sangat penting dalam sebuah pernikahan karena menjadi simbol  ikatan janji dan komitmen pasangan pengantin.

 

Keramaian pengunjung yang mencari cincin pernikahan terlihat di booth Frank & Co Jewellery, vendor perhiasan yang berpartisipasi di IIWF 2019. Booth ini menyediakan banyak pilihan model dan warna cincin pernikahan. “Frank & Co membantu calon pengantin untuk mendapatkan cincin pengantin yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Saat ini yang menjadi favorit adalah cincin model Listring. Selain itu, kami juga memiliki model cincin two-tone, yaitu warna rose gold dan white gold,” jelas Setyo Angger dari Frank&Co. Cincin pernikahan ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp7.499.000.

 

Selain pameran, IIWF 2019 juga diramaikan dengan acara talkshow. Seperti talkshow dari In Harmony Clinic mengenai “Pentingnya Vaksin HPV untuk Pencegahan Kanker Serviks” yang mengangkat masalah seputar kesehatan reproduksi. Selain itu, ada pula talkshow mengenai kesehatan kulit yang dihadirkan oleh Puro Clinic. Mengangkat tema “Kulit Sehat, Bersih dan Bercahaya di Hari Pernikahan”, Puro Clinic membahas mengenai berbagai jenis kulit dan permasalahannya serta apa yang membuat kulit menjadi tidak sehat. Talkshow ini juga memberikan tips seputar perawatan kulit misalnya dengan menggunakan pelembab, masker, rajin mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi serta tidur yang cukup.

 

Rangkaian Talkshow IIWF 2019 ditutup dengan sesi spesial dari Durex mengenai persiapan dan perencanaan keluarga dengan tema “What They Don’t Talk About When They Talk About Marriage. Talkshow yang dibawakan oleh Dr. Nurlan Silitonga dan Inez Kristanti ini membahas mengenai bagaimana cara yang tepat dalam mengkomunikasikan topik-topik sensitif dalam keluarga seperti seks dan bagaimana merencanakan keluarga yang sehat dan terbuka.

 

IIWF 2019 juga menghadirkan pengamat pernikahan, Hengki Wirawan, yang membagi pengalamannya mengenai perencanaan pernikahan yang benar. Perencanaan pernikahan, menurut Hengki, minimal diakukan sembilan bulan sebelum hari H pernikahan. “Sebuah pernikahan akan berlangsung lancar jika perencanaannya dilakukan 9 bulan sebelum hari pernikahan. Pernikahan adalah prosesi sekali seumur hidup sehingga segala sesuatunya harus disiapkan secara matang dan detail,” ujarnya.

 

Periode sembilan bulan perencanaan tersebut dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama yaitu pertama penentuan venue pernikahan dan wedding organizer. Bagian kedua difokuskan untuk pembuatan undangan berikut dengan list undangan, dan bagian ketiga untuk fitting busana pengantin, katering dan foto pre-wedding. Yang menarik, muncul tren baru di kalangan pengantin generasi milenial. “Saat ini banyak calon pengantin yang memilih pernikahan dengan tema intimate, yaitu hanya mengundang orang-orang terdekat dan yang terpenting, lokasinya instagramable,” pungkas Hengki.